Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jika Anda Terlanjur Jatuh Cinta Pada Pacar Teman

Pasangan - Cinta seringkali datang tanpa diduga. Perasaan jatuh cinta juga kerap kali tidak mengenal batasan tempat dan waktu. Nah, bagaimana jika ternyata Anda telah terlanjur jatuh cinta pada pacar teman?

Tentu perasaan semacam itu akan menempatkan Anda pada posisi yang sulit. Anda seolah berhadapan dengan dua pilihan yang sama-sama berat: mempertahankan persahabatan atau mempertahankan perasaan pribadi.

Jika Anda Terlanjur Jatuh Cinta Pada Pacar Teman
Jatuh Cinta pada Pacar Teman - Ilustrasi
Baca: 3 Penyebab Utama Sebuah Hubungan Tanpa Status

Jika Terlanjur Jatuh Cinta Pada Pacar Teman

Rasa hati ingin sekali memiliki, namun di sisi lain, dia adalah milik sahabat sendiri. Jatuh cinta pada pacar orang yang tidak dikenal saja tidak boleh, apalagi jika jatuh cinta pada pacar teman sendiri. Lantas, apa yang harus dilakukan?

1. Ingatlah Bahwa Dia Milik Orang Lain

Ingatlah bahwa sepatutnya kita tidak boleh merebut milik orang lain, apa lagi milik orang terdekat kita. Hal itu berlaku untuk banyak hal, termasuk dalam hal cinta.

Di saat rasa ingin memiliki tumbuh, terkadang perasaan buruk dalam diri Anda. Misalkan, di saat sahabat Anda dan pacarnya sedang bertengkar, Anda malah merasa senang.

2. Ingatlah Bahwa Dia Pacar Teman Anda

Ingatlah selalu bahwa si dia adalah pasangan teman Anda. Apakah pantas jika Anda merebut belahan hati sahabat Anda sendiri?

Mampukah Anda nantinya bahagia di atas kesedihan dan penderitaan orang terdekat Anda? Tegakah Anda membalas kebaikan orang yang mendukung dalam situasi sulit dengan cara merebut pasangannya?

3. Pikirkan Jika Anda Ada di Posisinya

Bayangkan jika Anda berada di posisi sebaliknya: sahabat yang Anda percayai merebut kekasih Anda. Apa yang akan terbesit dalam pikiran saat orang yang Anda cintai, ingin dimiliki oleh sahabat Anda sendiri? Sungguh dilematis: ditempatkan antara cinta terhadap pasangan dan sayang kepada sahabat.

Demikianlah, cinta memang perasaan yang sulit ditebak kapan datangnya dan kepada siapa jatuhnya. Pertanyaannya adalah, saat perasaan itu datang di saat dan di tempat yang tidak tepat, mampukah Anda mengorbankan prinsip-prinsip moral untuk memilikinya?

Mampukah Anda tega jika memang terlanjur jatuh cinta pada pacar teman Anda sendiri?*